Kamis, 22 Agustus 2013

Agar Masakan Tidak Mudah Basi

Bagi bunda yang sibuk bekerja, tradisi memasak praktis menjadi pilihan. Diantaranya memasak sekaligus untuk makan siang hingga makan malam. Cara ini boleh saja dilakukan asal Ibu mampu menjaga agar masakan tidak mudah basi. Bunda dapat mengikuti cara-cara sebagai berikut:

1.  Gunakan bahan, bumbu, dan peralatan yang bersih. Penyebab makanan mudah basi biasanya karena ada salah satu faktor dari ketiga komponen memasak tersebut yang sudah tidak segar dan bersih. Bahan masakan harus dipilih yang masih segar dan berkualitas, demikian halnya dengan bumbu. Peralatan walaupun terkesan sepele, harus diperhatikan kebersihannya. Seringkali dianjurkan untuk membedakan penggunaan pisau yang digunakan untuk memotong ikan dengan pisau yang digunakan untuk memotong bahan makanan lainnya. Selalu bersihkan pisau setelah digunakan untuk memotong sebelum digunakan kembali untuk memotong bahan lainnya.

agar masakan tidak basi

2.  Jangan meletakkan sendok yang telah digunakan untuk mengambil hidangan pada wadah berisi hidangan.Sendok menjadi media penghantar bagi mikroorganisme penyebab pembusukan.

agar masakan tidak basi

3.  Sebaiknya hangatkan hidangan secara berkala untuk makanan yang tahan berhari-hari atau makanan yang hendak disantap.Gunakan panas kecil dan panaskan hidangan hingga uap panas meresap ke dalam bahan masakan. Setelah makanan selesai dipanaskan, gantilah wadah makanan dengan wadah yang baru untuk menghilangkan penyebaran bakteri.


agar masakan tidak basi






Selasa, 20 Agustus 2013

Memilih & Membersihkan Cumi-Cumi

Membersihkan cumi-cumi terkadang tidaklah mudah, terlebih pada saat membersihkan bagian dalam cumi karena terdapat banyak tinta hitam. Berikut ini sedikit tips memilih dan membersihkan cumi-cumi yang baik.

Kulinerplus

Memilih cumi-cumi segar:
  • Cumi-cumi yang kecil biasanya badannya berwarna keunguan bertitik-titik hitam, sedang cumi-cumi yang besar (hingga 20 cm) biasanya berwarna putih dengan sedikit titik-titik hitam. Pilihlah cumi yang badannya kenyal dan tampak segar. Cumi yang layu dan tidak mengkilap lagi biasanya sudah hampir membusuk.
  • Cumi akan menciut usai diolah. Karena itu, hitunglah berapa jumlah ekornya dalam sekilo. Dengan demikian, Anda tidak kecewa ketika sekilo cumi yang Anda beli ternyata hanya menjadi satu porsi hidangan, yang tentu tak sepadan dengan jumlah anggota keluarga.



Cara membersihkan cumi-cumi:
  1. Pisahkan kepala dari badan dengan menariknya perlahan.
  2. Buanglah kantung tinta yang terdapat di bawah rahang dengan pisau. Jika Anda tak berhati-hati, kantung tinta itu bisa pecah. Bagi yang suka, kantung tinta ini bisa ikut diolah, karena lebih gurih. Namun, demi penampilan, biasanya kantung tinta ini dibuang.
  3. Masukkan telunjuk ke dalam kantung tubuh cumi dan tarik keluar kotoran yang ada di dalamnya yang bentuknya bulatan kecil. Selebihnya, yanga da di kantung tubuh adalah lemaknya. Ketika Anda memasukkan jari ke dalam tubuh cumi, Anda akan menyentuh tulang rawan di bagian pungung sebelah dalam. Tulang rawan ini mencuat ke atas, persis di tengah punggung. Tariklah tulang rawan yang pipih bening berbentuk perisai tersebut.
  4. Setelah itu, cuci badan cumi di bawah aliran keran hingga benar-benar bersih, termasuk kepalanya. Setelah bersih, masukkan kepala cumi ke badan masing-masing. Sebaiknya, masukkan secara terbalik. Dengan cara ini, cumi yang sudah diolah kan tampak bulat dan tidak peot.






Jumat, 16 Agustus 2013

Tips Membersihkan Ayam

Seringkali saat kita ingin membersihkan ayam, terkadang ayam tersebut pada saat akan dimasak ada saja bagian yang menurut kita kurang bersih. Nah.. Berikut ini adalah langkah-langkah untuk membersihkan ayam :

Kulinerplus


1. Jika ayam dalam kondisi beku, pastikan telah dicairkan (menyamakan suhu ayam dengan suhu ruangan) hingga ke bagian tengah ayam. Buka kemasan ayam segar atau yang dicairkan.

2. Umumnya, seekor ayam utuh masih berisi jeroan yang harus dikeluarkan dari lubangnya, kecuali sebelumnya sudah dihilangkan pada saat pencairan. Jika jeroan akan digunakan, bilas dengan air dingin dan tiriskan hingga agak kering.

3. Periksa rongga ayam di ujung ekor untuk melihat apakah ginjal telah dihilangkan. Ginjal berwarna gelap kemerahan yang terletak di sisi belakang rongga dekat ekor. Jika ginjal ayam belum dihilangkan, maka gunakan ibu jari atau jari lainnya untuk mengeluarkannya.

4. Ayam kemudian harus dibilas secara menyeluruh, bagian dalam dan luarnya, dengan air dingin.

5. Periksa bagian leher dan ekor karena di bagian ini biasanya mengandung lemak berlebih. Potong dan buang bagian tersebut.

6. Tiriskan ayam yang telah dibersihkan. Sekarang ayam siap untuk diolah. Cobalah resep baru dan spesial untuk sajian malam Tahun Baru.

7. Jangan lupa selalu membersihkan dan sterilkan peralatan yang telah digunakan.


Lapar ?? Klik http://www.kulinerplus.com


Sumber : okefood.com